08 March 2019

Akademi Keluarga Sesi 6 : Mendidik Anak Perempuan

By Yuni at March 08, 2019
http://ourlittlekingdom.com/

Oleh : Ustadzah Mulyati

Di zaman jahiliyah, anak perempuan dianggap sangat rendah sampai-sampai harus dikubur hidup-hidup. Padahal anak laki-laki atau anak perempuan adalah kehendak Allah, dan sebagai orang yang beriman, kita tidak boleh bersedih atas pemberian Allah.


Memiliki anak perempuan adalah berkah dan jalan pahala. Orangtua yang berlaku baik pada anak perempuan akan terhalang dari api neraka. Menjaga anak perempuan diibaratkan seperti menjaga bola kristal yang sangat kita sayangi. Peran perempuan harus diajarkan pada anak perempuan sejak dini. Peran sejak anak, baligh, menikah, istri, sampai menjadi ibu. Untuk mengajarkan peran itu, orangtua perlu ilmu agar anak perempuan yang dititipkan pada kita akan menjalankan perannya sesuai fitrah Islam yang Allah berikan.

Kunci pendidikan perempuan pasti ada di Alquran dan Al hadits. Ibu adalah madrasah pertama dan utama untuk anak-anaknya. Oleh karena itu seorang perempuan harus dipersiapkan supaya berkualitas baik sehingga menjadi modal utama membentuk suatu bangsa yang bernasab baik.

Rumah adalah pusat pendidikan, tempat utama penjagaan anak sesuai fitrah Allah, pilar pembentukan yang paling kuat. Rumah adalah tempat masa anak-anak paling banyak dihabiskan, tempat dimana keluarga berada, tempat berlindung anak sejak ia dilahirkan. Rumah juga tempat dimana peran orangtua dilaksanakan, peran yang berbeda anatara ayah dan ibu. Jika semuanya dipenuhi, akan terbentuk individu yang siap membangun peradaban. Individu-individu yang berkarakter.

Wanita muslimah yang berkarakter bisa dibentuk dengan mengajarkan sejak dini pemahaman tentang taat pada Allah dan rasulnya, tidak boros, dan konsumtif, berkapasitas sebagai pendidik, istri shalihah, tunduk, dan patuh terhadap kepemimpinan laki-laki. Pemahaman tentang hijab dan masa pubertas pun harus ditekankan. Muslimah pun harus diajarkan aneka keterampilan untuk dikuasainya.

Anak muslimah harus ditanamkan keimanannya secara dalam terutama saat sudah masuk di bangku sekolah. Teman adalah pengaruh besar untuk anak-anak terutama muslimah. Misal, anak muslimah diajarkan berkerudung yang benar. Terus benar sampai masuk sekolah tingkat pertama. Melihat teman-teman sebaya berkerudung yang diikat, gampang sekali bagi mereka untuk meniru. Di situlah peran orangtua, terutama ibu yang berilmu harus kuat pula. Untuk meluruskan anak tanpa membuat mereka ‘memusuhi’ kita.

Tentang hijab anak muslimah, terdiri dari berpakaian syar’i ketika keluar rumah, menetap di dalam rumah, dan tidak ikhtilat laki-laki. Ikhtilat atau bercampur baurnya laki-laki dan perempuan menjadi sumber rusaknya masyarakat dan perapuhan struktur generasi.

Oleh karena itu, Ibu, kembalilah ke rumah. Berilah pendidikan di rumah yang kuat supaya anak kuat pula menerima pendidikan di sekolah dan masyarakat.



Lagi-lagi ditekankan supaya seorang ibu tempatnya adalah di rumah. No offense yaaa. Jauh di lubuk hati pun pengen seperti itu. Tapi jalan ke sana tampaknya masih terjal, atau aku aja yang bikin kelihatan terjal ya? Sekarang semakin dalam berdoa supaya Allah selalu memberikan penjagaan dan petunjuk yang terbaik untuk keluarga kami, anak-anak kami.



Sejauh ini, aku cuma mau memakaikan Kirana baju perempuan. Celana Kirana pun bisa dihitung dengan sebelah jari tangan. Tapi untuk memakaikan kerudung sejak kecil, kok hati ini masih menolak yaaa. Padahal sekarang ini, aurat banyak sekali diumbar. Anak-anak harus tau mana aurat mereka sejak kecil sekali.

“Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang meyerupai laki-laki.” (HR. Al-Bukhari No. 5885)

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki.” (HR. Abu Daud No. 4098)

Harus tau pula bagaimana berbusana yang syar’i. Gak bisa kan ujug-ujug begitu baligh, langsung kasih kerudung dan rok. Semuanya harus dimulai dari pembiasaan.

Ah, lagi-lagi, iman ini kok rasanya makin jauh dari sempurna setiap habis ‘sekolah’ 🙁

0 comments:

Post a Comment

Kalau ada pertanyaan, usul/saran, atau komentar yang terkait dengan postingan-postingan saya, silakan tinggalkan pesan Anda disini.

 

Never Stop Learning Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by New Baby Shop