08 March 2019

Akademi Keluarga Sesi 10 : Mengajarkan Qur’an dan Zikir

By Yuni at March 08, 2019
http://ourlittlekingdom.com/

Oleh : Ustad Ja’far bin Hanbal

 Diriwayatkan oleh Muslim, “Sesungguhnya Allah mengangkat banyak kaum dengan Kitab ini dan menghinakan banyak kaum dengan Kitab ini”. Nabi Muhammad SAW pun juga mengatakan “Telah aku tinggalkan bagi kamu (ummatku) dua perkara yang apabila kamu berpegang teguh kepada keduanya, niscaya kamu tidak akan tersesat selamanya: Yaitu Kitabulloh dan Sunnahku”.


 Membaca dan mengamalkan Alquran adalah kunci kebesaran Islam di masa lampau. Sejarah membuktikan bahwa hafal Aquran adalah tradisi orang-orang dahulu. Mereka biasa menyuruh anak-anak mereka menghapal Alquran sebelum mengarahkan ke bidang tertentu sesuai kecenderungan sang anak. Kita lihat beberapa contoh orang besar. Ibnu Sina hafal Alquran sejak usia 5 tahun. Ketika dewasa ia menjadi filosof dan ilmuwan di bidang kedokteran yang ilmunya masih dipakai sampai saat ini. Imam Syafi’i adalah penghapal Alquran di usai 7 tahun. Ketika dewasa ia menjadi ulama besar dalam ilmu fikih dan ahli bahasa. Muhammad Al Fatih, penakluk Konstantinopel hafal Alquran di usia kecil. Dan masih banyak contoh lainnya. Siapalah kita ini dibanding mereka?

 Seseorang yang dekat dengan Alquran akan mudah diingatkan ke jalan yang benar saat menyimpang dan akan memiliki orientasi yang terarah. Alquran dijadikan pedoman di setiap langkah kehidupan sebagai bimbingan dan arahan jiwa. Di zaman penuh pertimbangan materi ini, waktu adalah uang. Membuang waktu hidup sia-sia artinya membuang uang. Tapi hal itu tidak sinkron dengan lamanya sistem pendidikan formal yang membutuhkan waktu belasan tahun sampai selesai.

Sejarah Islam membuktikan irit usia dengan segudang prestasi diperoleh dari tahap menghapal alquran 30 juz terlebih dahulu sampai usia 10 tahun, lalu di usia belasan menghapal kitab hadits, fikih, bahasa, dan ilmu-ilmu lainnya. Di umur 20an, menjadi orang besar dengan prestasi gemilang. Sebuah siklus yang digagas oleh Nabi Muhammad. Proses yang menghasilkan orang-orang besar yang memakmurkan bumi dengan prestasi yang lebih hebat dari ilmuwan saat ini. Sekali lagi, siapalah kita dibanding mereka?

Menghapal Alquran bukan cuma untuk menjadi ahli agama. Menghapal Alquran adalah tangga standar yang harus dilalui oleh setiap generasi muslim, apapun keahlian mereka nantinya. Jadi marilah kita perbaiki niat kita supaya walau terlambat, kita bisa berusaha mulai menghapalkan Alquran.

Sistem hapalan dan murajaah terbagi tiga. Ziyadah, Sabki, dan Murajahah. Ziyadah adalah hafalan baru untuk disetorkan. Sabki adalah mengulang hafalan yang baru selesai disetorkan kemudian disambung dengan hapalan yang lama. Murajaah artinya mengulang hafalan yang lama.

Mengajari anak menghapal bisa dilakukan dengan talaqqi, yaitu membacakan alquran per ayat berulang-ulang dan minta anak menirukan. Jika anak sudah mahir membaca Alquran, perintahkan ia menghapal mandiri dan kita simak. Simak hafalannya sampai hafalan anak menguat. Jika sudah hafal, ikutkanlah anak dalam halqah tahfiz agar anak bisa menyetorkan hafalan, jadwalkan waktu sabki dan murajaah, berikan ujian ringan seputar ayat, dan biasakan anak mendengarkan murrotal.

“Jika tunas iman mulai tumbuh, jagalah. Dan jangan biarkan ayam mematuknya”. Berikan teladan yang baik, pandailah berkisah tentang keutamaan Alquran, ajak anak berkumpul dengan orang sholeh, berikan reward jika anak berhasil, dan jangan palingkan ia dari kebaikan padahal imannya telah menguat.

Kunci sukses keluarga Alquran adalah Niat yang ikhlas, keridhaan Allah, perjuangan orangtua, guru yang sholeh, anak yang selalu didoakan, lingkungan yang baik, dan sabar. Semoga Allah memudahkan langkah kita πŸ™‚



Alhamdulillah paaaaaas banget kakak udah mulai belajar surat pendek di sekolah dan sama aku. Sudah hapal selain Al Fatihah, surat Annas, Alfalaq, sama Al Ikhlas. Beberapa hadits pendek seperti hadis kasih sayang dan hadis menuntut ilmu juga udah hapal. Itu sih karena di sekolah belajar, aku juga harus hapal dong biar gak malu sama Akhtar πŸ˜› Karena kakaknya lagi belajar, Kirana juga tau-tau menggumamkan surat Annas. Aku terharu bayi 26 bulan aku udah mulai menghapal Alquran πŸ˜€

Ya Allah, bantu bukakan jalan yang lebar sekali ya supaya anak-anak kami ini menjadi hafidz dan hafidzoh. Bukakanlah hati dan pikiran mereka untuk selalu membenarkan ajaranmu ya Allah. Amiiiiin πŸ™‚

0 comments:

Post a Comment

Kalau ada pertanyaan, usul/saran, atau komentar yang terkait dengan postingan-postingan saya, silakan tinggalkan pesan Anda disini.

 

Never Stop Learning Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by New Baby Shop